Sabtu, 01 September 2007
Sabtu, 25 Agustus 2007
Tips Membaca Cepat
I…n…..i…… b…u…d…..i….. dibaca ini budi
I…n…..i…….i….b….u….. b…..u….d….i… dibaca ini ibu budi
sambil ditujuk satu huruf, itu dulu disaat masih kecil dan baru belajar membaca selalu di eja dan lama buanget. Masa sekarang dah gede tua masih saja lambat dan di tunjuk-tunjuk, malu khan……? Yah untuk kalau baca lama she masih bisa dipahami mungkin kebiasaan yang terbawa hingga dewasa. Bahkan tak banyak pula yang melakukan kebiasaan membaca saat masih anak-anak, misalnya
1. Mengerakan bibir untuk melafalkan kata yang dibaca
2. Mengerakan kepala dari kiri ke kanan
Tanpa disadari kebiasaan-kebiasaan seperti itu bisa menjadi kendala dalam mengenali frase, kalimat, urutan ide bahkan isi dari apa yang kita baca. Selain itu membuat mata cepat lelah membaca. Ada beberapa hal penghambat membaca cepat, misalnya
vokalisasi
Membaca dengan suara bisa memperlambat dalam membaca, walaupun menggumam dengan mulut terkatup dan suara tidak jelas.
Untuk mengetahui apakah membaca dengan suara atau tidak, lakukan hal seperti ini : letakan tangan di leher sementara membaca, bila getaran terasa di jakun alias gulu menjing itu berarti membaca dengan suara.
Nah untuk menghilangkan kebiasaan ini, tiuplah ( bibir seperti bersiul ) sementara tetap membaca dana letakan dileher ( jangan sampai beregetar)
Gerakan bibir
Nah kebiasaan mengucapkan kata demi kata alias komat kamit kaya mbah dukun bisa jadi kebiasaan yang dibawa sejak kecil. Tapi nggak usah malu ada beberapa hal yang bisa membantu tuk menghilangkannya,
1. Rapatkan bibir kuat-kuat, tekankan lidah ke langit-langit mulut.
2. Mengunyah permen karet
3. Ambil pensil atau sesuatu yang lain yang cukup ringan, lalu jepit dengan bibir bukan gigi nuh, usahakan pensil tidak bergerak
4. Ucapkan berulang ulang, satu, dua, tiga, atau tu,wa,ga
5. Bibir dalam posisi bersiul. Tetapi tanpa suara
Gerakan kepala
Membaca dengan leng geleng geleng ( kaya lagu itu tu ) ini akan menganggu dalam melihat tulisan karena terasa tidak optimal, sehingga perlu matanya saja yang bergerak. Karena mengerakan mata saja akan lebih cepat dengan sambil mengerakan kepala. Kalau memiliki kebiasaan seperti itu coba ini :
1. Letakan telunjuk jari ke pipi dan sadarkan siku tangan ke meja selama membaca. Apabila terasa tangan terdesak oleh gerakan kepala itu, sadarlah dan hentikan gerakan itu.
2. Tangan memegang dagu seperti memegang jenggot dan bila kepala bergerak, anda akan tersadar lalu hentikan gerakan itu
3. Letakan ujung telunjuk jari dihidung, maka bila kepala bergerak anda akan menyadari dan berusahalah untuk menghentikannya.
Menunjuk dengan jari
Semasa kecil saat belajar membaca kit harus mengucapkan kata demi kata, nah untuk menjaga agar tidak ada kata-kata yang tertinggal biasanya denga menunjuk-nunjuk. Tanpa disadari bisa terjadi sampai dewasa. Kebiasaan ini sebenarnya tidak perlu dilakukan, akan menghambat dalam emmbaca, sebab gerakan mata kan lebih cepat darigerakan tangan kita. Kebiasaan ini bisa dihilangkan dengan cara:
1. kedua tangan memegang buku yang dibaca
2. Memasukan tangan kesaku selam membaca
Regresi
Untuk dapat membaca dengan cepat seharusnya mata selalu melihat kata-kata yang terletak didepannya. Namun tak jarang kita masih penasaran kata apa yang tadi dibaca, atau belum paham dan kurang percaya. Hal ini akan mengambat dalam membaca bahkan akan merusak susunan kalimat itu sendiri. Sebagai contoh :

kata-kata diatas seharusnya berbunyi :
Siti memberi makan burungnya, sedangkan Budi memainkan gasing
Namun saat membaca sampai no 7, pengen lagi membaca no 4, sehingga berbunyi
Siti memberi makan burung, sedangkan Budi memainkan burungnya gasing
Keingginan melihat kembali kebelakang seperti ini akan berakibat fatal dalam arti kalimat. Namun hal ini bisa dicegah dengan :
1. Tanamkan kepercayaan diri, jangan berusaha mengerti setiap kata atau kalimat diparagraf itu. Jangan terpaku pada detail. Terus saja membaca jangan ikuti godaan kebelakang.
2. Hadapi bahan bacaan . jika anda membaca, baca apa yang sudah ketinggalan, tinggalkan terus. Terus saja, perhatikan ke bahan yang anda baca dan baca
3. Terus saja baca sampai kalimat selesai. Apa yang anda kira ketinggalan, nanti akan anda temui lagi. Apa yang and aanggap tertinggal akan muncul lagi. Terus saja anda baca, semua akan terbukti bahwa kita tidak kehilangan sesuatu. Ingatlah bahwa kemampuan mata dan otak kita jauh melebihi perkiraan kita. Oleh karena itu paksa terus, dengan demikian anda akan menganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru. Anda akan menyadari alasan untuk mengecek kebelakang itu adalah mustahil.
Sekarang tes bac deh
Bou wRoNg CaR2 tWo ArE hAnGE uP ThEy JeN ThE LaW, ArE ThInK Hall Do aRE
Binggung? Nah lho, coba deh di ingat-ingat lagu Burung kaka tua, sep... sambil nyanyi yah :))
I…n…..i…….i….b….u….. b…..u….d….i… dibaca ini ibu budi
sambil ditujuk satu huruf, itu dulu disaat masih kecil dan baru belajar membaca selalu di eja dan lama buanget. Masa sekarang dah gede tua masih saja lambat dan di tunjuk-tunjuk, malu khan……? Yah untuk kalau baca lama she masih bisa dipahami mungkin kebiasaan yang terbawa hingga dewasa. Bahkan tak banyak pula yang melakukan kebiasaan membaca saat masih anak-anak, misalnya
1. Mengerakan bibir untuk melafalkan kata yang dibaca
2. Mengerakan kepala dari kiri ke kanan
Tanpa disadari kebiasaan-kebiasaan seperti itu bisa menjadi kendala dalam mengenali frase, kalimat, urutan ide bahkan isi dari apa yang kita baca. Selain itu membuat mata cepat lelah membaca. Ada beberapa hal penghambat membaca cepat, misalnya
vokalisasi
Membaca dengan suara bisa memperlambat dalam membaca, walaupun menggumam dengan mulut terkatup dan suara tidak jelas.
Untuk mengetahui apakah membaca dengan suara atau tidak, lakukan hal seperti ini : letakan tangan di leher sementara membaca, bila getaran terasa di jakun alias gulu menjing itu berarti membaca dengan suara.
Nah untuk menghilangkan kebiasaan ini, tiuplah ( bibir seperti bersiul ) sementara tetap membaca dana letakan dileher ( jangan sampai beregetar)
Gerakan bibir
Nah kebiasaan mengucapkan kata demi kata alias komat kamit kaya mbah dukun bisa jadi kebiasaan yang dibawa sejak kecil. Tapi nggak usah malu ada beberapa hal yang bisa membantu tuk menghilangkannya,
1. Rapatkan bibir kuat-kuat, tekankan lidah ke langit-langit mulut.
2. Mengunyah permen karet
3. Ambil pensil atau sesuatu yang lain yang cukup ringan, lalu jepit dengan bibir bukan gigi nuh, usahakan pensil tidak bergerak
4. Ucapkan berulang ulang, satu, dua, tiga, atau tu,wa,ga
5. Bibir dalam posisi bersiul. Tetapi tanpa suara
Gerakan kepala
Membaca dengan leng geleng geleng ( kaya lagu itu tu ) ini akan menganggu dalam melihat tulisan karena terasa tidak optimal, sehingga perlu matanya saja yang bergerak. Karena mengerakan mata saja akan lebih cepat dengan sambil mengerakan kepala. Kalau memiliki kebiasaan seperti itu coba ini :
1. Letakan telunjuk jari ke pipi dan sadarkan siku tangan ke meja selama membaca. Apabila terasa tangan terdesak oleh gerakan kepala itu, sadarlah dan hentikan gerakan itu.
2. Tangan memegang dagu seperti memegang jenggot dan bila kepala bergerak, anda akan tersadar lalu hentikan gerakan itu
3. Letakan ujung telunjuk jari dihidung, maka bila kepala bergerak anda akan menyadari dan berusahalah untuk menghentikannya.
Menunjuk dengan jari
Semasa kecil saat belajar membaca kit harus mengucapkan kata demi kata, nah untuk menjaga agar tidak ada kata-kata yang tertinggal biasanya denga menunjuk-nunjuk. Tanpa disadari bisa terjadi sampai dewasa. Kebiasaan ini sebenarnya tidak perlu dilakukan, akan menghambat dalam emmbaca, sebab gerakan mata kan lebih cepat darigerakan tangan kita. Kebiasaan ini bisa dihilangkan dengan cara:
1. kedua tangan memegang buku yang dibaca
2. Memasukan tangan kesaku selam membaca
Regresi
Untuk dapat membaca dengan cepat seharusnya mata selalu melihat kata-kata yang terletak didepannya. Namun tak jarang kita masih penasaran kata apa yang tadi dibaca, atau belum paham dan kurang percaya. Hal ini akan mengambat dalam membaca bahkan akan merusak susunan kalimat itu sendiri. Sebagai contoh :
kata-kata diatas seharusnya berbunyi :
Siti memberi makan burungnya, sedangkan Budi memainkan gasing
Namun saat membaca sampai no 7, pengen lagi membaca no 4, sehingga berbunyi
Siti memberi makan burung, sedangkan Budi memainkan burungnya gasing
Keingginan melihat kembali kebelakang seperti ini akan berakibat fatal dalam arti kalimat. Namun hal ini bisa dicegah dengan :
1. Tanamkan kepercayaan diri, jangan berusaha mengerti setiap kata atau kalimat diparagraf itu. Jangan terpaku pada detail. Terus saja membaca jangan ikuti godaan kebelakang.
2. Hadapi bahan bacaan . jika anda membaca, baca apa yang sudah ketinggalan, tinggalkan terus. Terus saja, perhatikan ke bahan yang anda baca dan baca
3. Terus saja baca sampai kalimat selesai. Apa yang anda kira ketinggalan, nanti akan anda temui lagi. Apa yang and aanggap tertinggal akan muncul lagi. Terus saja anda baca, semua akan terbukti bahwa kita tidak kehilangan sesuatu. Ingatlah bahwa kemampuan mata dan otak kita jauh melebihi perkiraan kita. Oleh karena itu paksa terus, dengan demikian anda akan menganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru. Anda akan menyadari alasan untuk mengecek kebelakang itu adalah mustahil.
Sekarang tes bac deh
Bou wRoNg CaR2 tWo ArE hAnGE uP ThEy JeN ThE LaW, ArE ThInK Hall Do aRE
Binggung? Nah lho, coba deh di ingat-ingat lagu Burung kaka tua, sep... sambil nyanyi yah :))
Kamis, 23 Agustus 2007
Franchise
Memasuki dunia usaha yang semakin penuh dengan persaingan, seorang pengusaha harus mampu memilih bentuk dan strategi yang tepat. Apalagi dalam keadaan pasar dan ekonomi di Indonesia yang masih lesu. Salah satu misalnya dengan membuka sendiri jaringan pendistribusian pemasaran. Dalam hal ini memang membutuhkan modal yang tidak sedikit, padahal tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan usaha itu, dan biasanya mereka mendapatkan kekurangan modal terebut melalui perbankan ataupun pasar modal. Tetapi dengan cara itu mengandung resiko yang sangat besar, pengusaha harus mampu mengembalikan semua hutang dan bunga pada waktu yang telah ditentukan.
Namun ditengah-tengah keadaan demikian, pengusaha bisa mengembangkan usahanya dengan sistem Franchise atau yang sering dikenal orang dengan istilah Waralaba yang sekarang berkembang pesat di Indonesia. Franchise merupakan bentuk usaha pendistribusian jasa atau produk tertentu melalui sauatu jaringan outlet yang pengelolaannya adalah pembeli ( Franchise ) atau sistem bisnis tertentu dari suatu perusahaan penjual lisensi ( Franchisor ) untuk mengelola suatu sistem usaha yang memiliki identitas legal baik secara lengkap dengan perangkat kerasnya atau sebatas pada pembangunan sistem dan identitasnya saja. Dengan demikian pengusaha dapat diuntungkan, karena sistem ini dari reputasi, informasi teknis dan keahlian dalam menjual ke konsumen jelas-jelas sudah teruji.
Indomaret, Alfamart merupakan contoh Franchise yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Hal ini bisa dilihat banyaknya outlet yang bermunculan di berbagai tempat, bahkan diantara keduanya saling bersaing. Indomaret sekarang yang berada dalam pendistribusian di DC semarang sudah mencapai hampir 250 outlet, kemudian tak kalah Alfamart yang sebagai pendatang baru di wilayah semarang juga mengikuti pertumbuhan Indomaret.
Pengusaha yang memiliki modal terbatas bisa bergabung dengan sistem Franchise yang memberikan jaminan usaha. Dalam hal pengaturan hasil dari usaha kedua belah pihak melakukan perjanjian yang terikat oleh hukum sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan yang pelik dan tanpa ujung penyelesaiannya. Adanya kekuatan hukum secara tidak langsung memberikan jaminan pada pemodal bahwa usahanya benar-benar legal. Selain itu dari pihak pemilik sistem juga terlindungi dari monopoli sistem yang mereka miliki.
Selain itu Franchise memiliki beberapa manfaat, antara laian adanya hak untuk mengelola bisnis yang sudah mapan dan memiliki identitas atau merek dagang yang legal dan polpuler dan tidak harus mengembangkan ide dan citra produk atau jasa yang memerlukan waktu waktu, tenaga dan penuh resiko, apalagi pengusaha yang baru.Dengan berbagai keuntungan yang ada tidak mengherankan Franchise menjadi lirikan pengusaha-pengusaha baru untuk mengembangkan ladang bisnisnya.
Namun ditengah-tengah keadaan demikian, pengusaha bisa mengembangkan usahanya dengan sistem Franchise atau yang sering dikenal orang dengan istilah Waralaba yang sekarang berkembang pesat di Indonesia. Franchise merupakan bentuk usaha pendistribusian jasa atau produk tertentu melalui sauatu jaringan outlet yang pengelolaannya adalah pembeli ( Franchise ) atau sistem bisnis tertentu dari suatu perusahaan penjual lisensi ( Franchisor ) untuk mengelola suatu sistem usaha yang memiliki identitas legal baik secara lengkap dengan perangkat kerasnya atau sebatas pada pembangunan sistem dan identitasnya saja. Dengan demikian pengusaha dapat diuntungkan, karena sistem ini dari reputasi, informasi teknis dan keahlian dalam menjual ke konsumen jelas-jelas sudah teruji.
Indomaret, Alfamart merupakan contoh Franchise yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Hal ini bisa dilihat banyaknya outlet yang bermunculan di berbagai tempat, bahkan diantara keduanya saling bersaing. Indomaret sekarang yang berada dalam pendistribusian di DC semarang sudah mencapai hampir 250 outlet, kemudian tak kalah Alfamart yang sebagai pendatang baru di wilayah semarang juga mengikuti pertumbuhan Indomaret.
Pengusaha yang memiliki modal terbatas bisa bergabung dengan sistem Franchise yang memberikan jaminan usaha. Dalam hal pengaturan hasil dari usaha kedua belah pihak melakukan perjanjian yang terikat oleh hukum sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan yang pelik dan tanpa ujung penyelesaiannya. Adanya kekuatan hukum secara tidak langsung memberikan jaminan pada pemodal bahwa usahanya benar-benar legal. Selain itu dari pihak pemilik sistem juga terlindungi dari monopoli sistem yang mereka miliki.
Selain itu Franchise memiliki beberapa manfaat, antara laian adanya hak untuk mengelola bisnis yang sudah mapan dan memiliki identitas atau merek dagang yang legal dan polpuler dan tidak harus mengembangkan ide dan citra produk atau jasa yang memerlukan waktu waktu, tenaga dan penuh resiko, apalagi pengusaha yang baru.Dengan berbagai keuntungan yang ada tidak mengherankan Franchise menjadi lirikan pengusaha-pengusaha baru untuk mengembangkan ladang bisnisnya.
Sabtu, 18 Agustus 2007
Anak dan Penjual Balon
Dalam dunia usaha untuk mendapatkan pelanggan yang banyak butuh pengemasan yang menarik, energik, dan membuat para konsumen seolah-olah ingin mengambilnya. Tak jarang pula sebuah perusahaan mau merogoh kocek yang dalam agar produknya bisa menjual dirinya sendiri tanpa bantuan tangan-tangan marketing.
Namun bagi seorang konsumen belum tentu juga hanya tertarik oleh kemasannya saja, karena konsumen juga tidak mau di dikte, mereka selalu melihat isinya dan bukan hanya sekedar membeli kemasan. Konsumenpun akan senang serta menjadi pelanggan yang baik bila isinya memuaskan walaupun kemasan kadang kurang menarik, sekilas kemasan dan isi didalam sebuah produk semoga bisa menjadi ispirasi.
Namun yang ingin saya tekankan disini tentang kemampuan yang ada dalam diri seseorang itu sendiri. Mungkin semua orang mengetahui sebuah cerita tentang penjual balon dan anak kecil, dimana sang anak kecil beda dengan anak-anak laianya, ia selalu ingin mengetahui apa gerangan yang membuat balon bisa terbang.
Suatu ketika di belahan dunia ada seorang penjual balon keliling di sebuah perkotaan yang terpencil. Dengan semangat menawarka balon pada anak-anak, namun tak seorang anakpun mau membelinya. Matahari tepat diatas kepalanya tak satupun balon yang dijualnya laku, kemudian sang penjual balon mulai resah dan putus asa. Satu balon warna merah dia lepaskan karena kejengkelannya. Tak lama kemudian datang seorang anak yang melihat balon terbang datang membeli, namun tak ada anak lagi yang datang membeli. Sang penjual balon melepaskan balon kuning lagi dengan rasa putus asa, dan beberapa anak datang membeli balonnya. Sang penjual balon pun mulai menemukan cara menarik perhatian anak-anak kecil, dengan semangat dia putar-putar kota sesekali melepaskan balon untuk menarik perhataian. Balon pun laku dengan keras, namun ada seorang anak kecil hitam dan kurang mampu selalu mengikuti sang penjual balon yang tidak disadarinya. Sang anak hanya mengikuti dari jauh dan mengamati setiap balon-balon yang dilepaskan penjualnya. Sang anak semakin penasaran mengapa balon-balon warna-warni itu bisa terbang? Sedangkan tak ada warna hitam yang bisa terbang? Semakin penasaran-dan penasaran akhirnya sang anak memberanikan diri untuk bertanya ke penjual balon.” Maaf pak, mau nanya mengapa balon-balon yang bisa terbang Cuma merah, kuning, biru, hijau……sedangkan warna hitam tidak?” tanya sang anak. Sang penjual menjawab, “ balon-balon itu bisa terbang bukan karena warnanya, melainkan isinya yang bisa membuatnya terbang. Coba liat warna hitam ini bapak lepas! Nah bisa terbangkan”. Mendengar penjelasan penjual balon anak tersebut bahagia dan senang sekali, bahkan dia berlari sambil berteriak-teriak keliling kota, " Hore....hore.....e, saya bisa terbang".
Sebuah cerita yang masih teringat saat saya mengikuti sebuah traning, selalu menggugah pada diri. Bahwa segala sesuatu memiliki potensi sendiri-sendiri dan potensi itu tidak mengenal pada siapapun orangnya, melainkan bagaimana mengoktimalkan potensi yang ada dalam diri sesorang.
Semoga cerita ini memotifasi pada diri kita, dan membuka pikiran bahwa kita bisa…!!
Namun bagi seorang konsumen belum tentu juga hanya tertarik oleh kemasannya saja, karena konsumen juga tidak mau di dikte, mereka selalu melihat isinya dan bukan hanya sekedar membeli kemasan. Konsumenpun akan senang serta menjadi pelanggan yang baik bila isinya memuaskan walaupun kemasan kadang kurang menarik, sekilas kemasan dan isi didalam sebuah produk semoga bisa menjadi ispirasi.
Namun yang ingin saya tekankan disini tentang kemampuan yang ada dalam diri seseorang itu sendiri. Mungkin semua orang mengetahui sebuah cerita tentang penjual balon dan anak kecil, dimana sang anak kecil beda dengan anak-anak laianya, ia selalu ingin mengetahui apa gerangan yang membuat balon bisa terbang.
Suatu ketika di belahan dunia ada seorang penjual balon keliling di sebuah perkotaan yang terpencil. Dengan semangat menawarka balon pada anak-anak, namun tak seorang anakpun mau membelinya. Matahari tepat diatas kepalanya tak satupun balon yang dijualnya laku, kemudian sang penjual balon mulai resah dan putus asa. Satu balon warna merah dia lepaskan karena kejengkelannya. Tak lama kemudian datang seorang anak yang melihat balon terbang datang membeli, namun tak ada anak lagi yang datang membeli. Sang penjual balon melepaskan balon kuning lagi dengan rasa putus asa, dan beberapa anak datang membeli balonnya. Sang penjual balon pun mulai menemukan cara menarik perhatian anak-anak kecil, dengan semangat dia putar-putar kota sesekali melepaskan balon untuk menarik perhataian. Balon pun laku dengan keras, namun ada seorang anak kecil hitam dan kurang mampu selalu mengikuti sang penjual balon yang tidak disadarinya. Sang anak hanya mengikuti dari jauh dan mengamati setiap balon-balon yang dilepaskan penjualnya. Sang anak semakin penasaran mengapa balon-balon warna-warni itu bisa terbang? Sedangkan tak ada warna hitam yang bisa terbang? Semakin penasaran-dan penasaran akhirnya sang anak memberanikan diri untuk bertanya ke penjual balon.” Maaf pak, mau nanya mengapa balon-balon yang bisa terbang Cuma merah, kuning, biru, hijau……sedangkan warna hitam tidak?” tanya sang anak. Sang penjual menjawab, “ balon-balon itu bisa terbang bukan karena warnanya, melainkan isinya yang bisa membuatnya terbang. Coba liat warna hitam ini bapak lepas! Nah bisa terbangkan”. Mendengar penjelasan penjual balon anak tersebut bahagia dan senang sekali, bahkan dia berlari sambil berteriak-teriak keliling kota, " Hore....hore.....e, saya bisa terbang".
Sebuah cerita yang masih teringat saat saya mengikuti sebuah traning, selalu menggugah pada diri. Bahwa segala sesuatu memiliki potensi sendiri-sendiri dan potensi itu tidak mengenal pada siapapun orangnya, melainkan bagaimana mengoktimalkan potensi yang ada dalam diri sesorang.
Semoga cerita ini memotifasi pada diri kita, dan membuka pikiran bahwa kita bisa…!!
Jumat, 17 Agustus 2007
Manis Pahit Speedy
Waoow…. Speedy coys, mungkin taka sing lagi buat penghuni dunia maya. Speedy saat ini memang lagi gencar-gencarnya promosi. Tapi aku hanya sebagai seorang user, pernah merasakan manis pahitnya Speedy, pengalaman yang sangat menyenangkan disaat download wuah…………..coys cepet te minta ampun ukuran brapun wes…..wes…… bablas………..ngacir-cir ( ups,,,,jembatanya rontok ndak yah ?). trus waktu browsing aja juga mak byak-byak langsung nonggol kabeh :D, oiya ini pengalaman di Warnet Ekstramedia Undip, buka promosi lho :P. Tapi mengapa yah kadang-kadang lemot---mot kaya siput,,,,bikin esmosi ( jadinya banting-banting mouse,,,,maaf buat penjaganya yah, he…he ). yah aspirasi saya buat Speedy pertahanin yang wus………wus…… buang yang lemot……lemot. Ok Speedy maju tak gentar………..
Rabu, 15 Agustus 2007
Suskes Itu Harus Di PAKSA
Sebagai makluk sosial yang hidup di tengah-tengah masyarakat menuntut sesorang untuk mampu hidup berdampingan. Tak jarang pula ada persaingan-persaingan baik dari segi materi maupun lainnya. Semua orang pasti menginginkan hidupnya bahagia yang dicapai melalui kesuksesan.
Namun dalam mencapai kesuksesan tidak semudah membalikan telapak tangan atau bahkan tanpa melakukan sesuatu yang bisa mengantarkan pada kesusksesan. Ada sebuah pepatah “sukses itu harus di PAKSA sedangkan GAGAL itu alamiah, bahkan bisa kaya harus pula di PAKSA, karena miskin itu alamiah”. Apa itu PAKSA?, PAKSA adalah Pray, Attitude,Knowledge, Skill, Action
Bagaimana menjalankan PAKSA untuk mencapai kesuksesan? Ada beberapa hal; yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. PRAY ( Doa )
Kehidupan religius yang baik akan memberikan dampak positif bagi seseorang. Karena secara tidak langsung mendidik pada kedisiplinan dirisendiri, karena dibingkai dengan beberapa hal, antara lain
· kita dituntut untuk melakukan apa yang menjadi perintah maupun larangannya,
· meletakan segala pondasi yang menjadi pemikiran kita kepada ajaran agama,
· melandaskan dan meletakan segala tindakan sesuai dengan agama, serta
· bisa menahan rasa panik, murung bahkan berkeluh kesah karena segala yang terjadi pada kita dengan seijin TUHAN.
Selain itu anda bisa memberikan hal-hal lain yang bisa menjadi pegangan dalam melakukan segala kegiatan. Berdoa bila dipadukan dengan melakukan merupakan paduan yang dahsyat, karena tidak ada satu rintangan apapun yang bisa mengalahkan kehendak TUHAN. Jika TUHAN telah membukakan pintu tak seorang pun dapat menutupnya, begitu pula bila TUHAN telah menutup pintu siapapun tidak akan sanggup untuk membukannya.
2. ATTITUDE ( Sikap )
Apa yang dihasilkan dari sikap adalah pola pikir dan hati yang bersukur. Dengan memiliki pola pikir dan hati yang bersyukur kita akan mendapatkan sikap yang positif. Setelah memiliki sikap ini kita akan selalu senang dalam melakukan segala pekerjaan yang didapatkan, kemudian kita akan menuai kepercayaan dari sesorang dan tentunya banyak patner yang akan mencari kita. Tidak ada sesorang akan melakukan kerja sama dengan orang yang memiliki sifat sombong, angkuh mau menang sendiri, malas bahkan tidak ada kejujuran sama sekali.
Apakah anda akan menawarkan sebuah peluang pada orang yang anda tidak sukai dengan sikapnya? Atau apakah anda dengan mudah akan menolong pada orang yang memiliki sikap kurang baik? Pertanyaan ini harus anda jawab dengan teliti, bila tidak anda akan terjurumus pada sebuah kegagalan.
3. KNOWLEDGE ( Pengetahuan )
Pengetahuan akan kita dapatkan bila kita mau belajar dan belajar terus menerus tanpa melihat batas apapun. Belajar merupakan proses yang kita hadapi dalam kehidupan ini, walaupun tidak harus belajar secara formal.
Sekarang ini banyak alasan yang di ungkapkan untuk tidak belajar, misalnya
· Tidak tahu harus belajar kemana
· Tidak tahu harus belajar seterusnya
· Tidak ada biaya untuk belajar
· Merasa telah cukup umur, bahkan
· Merasa tidak tahu cara belajar
Hal seperti diatas sekarang ini menjadi alasan yang tidak masuk akal, sebab belajar bisa dari lingkungan sekitar, pengalaman, diskusi dengan rekan, dengerin radio atau pun ikutan training dan seminar bahkan bisa pula belajar dari hal-hal kecil yang kita jumpai dalam hidup ini. Sebab, Tak ada seorangpun akan membebankan tugas pada orang yang tidak berpengetahuan tentang apa yang akan diberikan, sebab semuannya akan sia-sia bahkan akan rusak.
4. SKILL
Kemampuan yang ada dalam diri seseorang merupakan pengetahuan yang ada dan daplikasikan ataupun dilakukan. Kemapuan akan muncul bila kita sering melakukan secara sering dan kemapuan itu akan mahir dengan kemampuan yang kita miliki. Bila sesorang memiliki kemampuan tanpa mau mengaplikasikan ibarat darah yang diletakan dalam kantongnya dia tidak melakukan apa-apa bahkan semakin tak berguna namun bila berada dalam tubuh manusia akan mampu memberika kehidupan dan bisa memberikan kemampuan yang dahsyat.
5. ACTION ( Tindakan )
Kemampuan dan cara bekerja kita akan menentukan seberapa cepat kita bisa memperluas bidang sukses yang kita miliki. Memiliki cara kerja yang baik bisa dilakukan dengan kerja keras dan kerja cerdik, bagaimana kita mengolah apa yang ada dalam otak kita kemudian di kombinasikan dengan skill yang kita miliki. Segala sesuatu dapat kita dapatkan dengan kerja keras bila menginginkan hasil yang maksimal, sedangkan kerja cerdik akan melipat gandakan hasil yang kita peroleh dan mempersingkat waktu kita untuk mencapai kesuksesan.
Kerja keras merupakan serangkaian inspirasi, berani, ulet, konsisten, siap, perjuangan. Sedangkan kerja cerdik merupakan sebuah perkakas yang perlu ringkas, aman, strategis, perencanaan, alat, kelenturan.
Kerja KECE akan mengantarkan pada kesuksesan.
Bila kita sudah melaksanakan semua yang di PAKSA investasi yang menjanjikan sudah didepan mata tinggal kita menikmati.
Namun dalam mencapai kesuksesan tidak semudah membalikan telapak tangan atau bahkan tanpa melakukan sesuatu yang bisa mengantarkan pada kesusksesan. Ada sebuah pepatah “sukses itu harus di PAKSA sedangkan GAGAL itu alamiah, bahkan bisa kaya harus pula di PAKSA, karena miskin itu alamiah”. Apa itu PAKSA?, PAKSA adalah Pray, Attitude,Knowledge, Skill, Action
Bagaimana menjalankan PAKSA untuk mencapai kesuksesan? Ada beberapa hal; yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. PRAY ( Doa )
Kehidupan religius yang baik akan memberikan dampak positif bagi seseorang. Karena secara tidak langsung mendidik pada kedisiplinan dirisendiri, karena dibingkai dengan beberapa hal, antara lain
· kita dituntut untuk melakukan apa yang menjadi perintah maupun larangannya,
· meletakan segala pondasi yang menjadi pemikiran kita kepada ajaran agama,
· melandaskan dan meletakan segala tindakan sesuai dengan agama, serta
· bisa menahan rasa panik, murung bahkan berkeluh kesah karena segala yang terjadi pada kita dengan seijin TUHAN.
Selain itu anda bisa memberikan hal-hal lain yang bisa menjadi pegangan dalam melakukan segala kegiatan. Berdoa bila dipadukan dengan melakukan merupakan paduan yang dahsyat, karena tidak ada satu rintangan apapun yang bisa mengalahkan kehendak TUHAN. Jika TUHAN telah membukakan pintu tak seorang pun dapat menutupnya, begitu pula bila TUHAN telah menutup pintu siapapun tidak akan sanggup untuk membukannya.
2. ATTITUDE ( Sikap )
Apa yang dihasilkan dari sikap adalah pola pikir dan hati yang bersukur. Dengan memiliki pola pikir dan hati yang bersyukur kita akan mendapatkan sikap yang positif. Setelah memiliki sikap ini kita akan selalu senang dalam melakukan segala pekerjaan yang didapatkan, kemudian kita akan menuai kepercayaan dari sesorang dan tentunya banyak patner yang akan mencari kita. Tidak ada sesorang akan melakukan kerja sama dengan orang yang memiliki sifat sombong, angkuh mau menang sendiri, malas bahkan tidak ada kejujuran sama sekali.
Apakah anda akan menawarkan sebuah peluang pada orang yang anda tidak sukai dengan sikapnya? Atau apakah anda dengan mudah akan menolong pada orang yang memiliki sikap kurang baik? Pertanyaan ini harus anda jawab dengan teliti, bila tidak anda akan terjurumus pada sebuah kegagalan.
3. KNOWLEDGE ( Pengetahuan )
Pengetahuan akan kita dapatkan bila kita mau belajar dan belajar terus menerus tanpa melihat batas apapun. Belajar merupakan proses yang kita hadapi dalam kehidupan ini, walaupun tidak harus belajar secara formal.
Sekarang ini banyak alasan yang di ungkapkan untuk tidak belajar, misalnya
· Tidak tahu harus belajar kemana
· Tidak tahu harus belajar seterusnya
· Tidak ada biaya untuk belajar
· Merasa telah cukup umur, bahkan
· Merasa tidak tahu cara belajar
Hal seperti diatas sekarang ini menjadi alasan yang tidak masuk akal, sebab belajar bisa dari lingkungan sekitar, pengalaman, diskusi dengan rekan, dengerin radio atau pun ikutan training dan seminar bahkan bisa pula belajar dari hal-hal kecil yang kita jumpai dalam hidup ini. Sebab, Tak ada seorangpun akan membebankan tugas pada orang yang tidak berpengetahuan tentang apa yang akan diberikan, sebab semuannya akan sia-sia bahkan akan rusak.
4. SKILL
Kemampuan yang ada dalam diri seseorang merupakan pengetahuan yang ada dan daplikasikan ataupun dilakukan. Kemapuan akan muncul bila kita sering melakukan secara sering dan kemapuan itu akan mahir dengan kemampuan yang kita miliki. Bila sesorang memiliki kemampuan tanpa mau mengaplikasikan ibarat darah yang diletakan dalam kantongnya dia tidak melakukan apa-apa bahkan semakin tak berguna namun bila berada dalam tubuh manusia akan mampu memberika kehidupan dan bisa memberikan kemampuan yang dahsyat.
5. ACTION ( Tindakan )
Kemampuan dan cara bekerja kita akan menentukan seberapa cepat kita bisa memperluas bidang sukses yang kita miliki. Memiliki cara kerja yang baik bisa dilakukan dengan kerja keras dan kerja cerdik, bagaimana kita mengolah apa yang ada dalam otak kita kemudian di kombinasikan dengan skill yang kita miliki. Segala sesuatu dapat kita dapatkan dengan kerja keras bila menginginkan hasil yang maksimal, sedangkan kerja cerdik akan melipat gandakan hasil yang kita peroleh dan mempersingkat waktu kita untuk mencapai kesuksesan.
Kerja keras merupakan serangkaian inspirasi, berani, ulet, konsisten, siap, perjuangan. Sedangkan kerja cerdik merupakan sebuah perkakas yang perlu ringkas, aman, strategis, perencanaan, alat, kelenturan.
Kerja KECE akan mengantarkan pada kesuksesan.
Bila kita sudah melaksanakan semua yang di PAKSA investasi yang menjanjikan sudah didepan mata tinggal kita menikmati.
Selasa, 14 Agustus 2007
Mengisi Kemerdekaan
Persiapan
Bekerja
Nampang
HasilTujuh belas Agustus merupakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia, tak sedikit yang merayakan hari yang bersejarah bagi bangsa kita. Berbagai acarapun diadakan di seluruh penjuru Indonesia.
Tak ketinggalan kami yang berada di pelosok desa yang sekarang dalam keadaan kering kerontang, selalu antusias menyambut hari kemerdekaan. Kami sekelompok anak muda yang berada di kaki Merapi tak mau kalah dalam mengisi hari kemerdekaan. Walaupun dengan ala kadarnya kami berusaha tuk ikut berpartisipasi. Minggu (12/08) kami memulai kegiatan gotong royong ( yang sekarang ini sulit ditemukan ), mencoba menyusun sebuah rencana. Akhirnya bersepakat tuk menghias pos ronda yang telah usang, mencoba mencari dana ke pak RT,e…e…. ( Suara niru mbah Darmo ) ternyata tidak ada dana, trus kami mencoba mencari dana dengan cara serkileran ( Patungan ) seadaanya, kalau anak yang sekolah yang seratus, lima ratus kalau yang nggak ada yang penting guyup rukun gitu aja dah senang bagi kami warga pelosok. Akhirnya dana terkumpul sekitar Rp 40.000,00. trus dibeliin cat merah dan putih ( yah liat kondisi dana ). Bekerja dengan senang hati tak jarang pula yang menceloteh MERDEKA…. Tuk menghilangkan kelelahan ( Maklum sampai jam 12 blom keisi perutnya ). Eh…tiba-tiba ada simbok-simbok datang ngirim buat mbedang, wah sumpringah sekali semangat kerja semakin menjadi-jadi. “ le….ndang do seren mbedang sek, iki ono rejeki sitik yah nak kurang dibagi roto.” Simbok. Kami pun beristirahat sebentar setelah itu kami melanjutkan kerja sampai jam empat. Beginilah kami anak pelosok mengisi kemerdekaan. Semoga Merah Putih Tetap Berkibar di Seluruh Penjuru Indonesia.
MERDEKA……….!!
Langganan:
Postingan (Atom)



